Read This Post

TNI Membutuhkan Alutsista Produk Dalam Negeri


PUSPEN TNI (11/12),- Panglima TNI Jenderal TNI Djoko Santoso melakukan penandatangan kontrak kesepakatan bersama tentang revitalisasi industri pertahanan antara Menteri Pertahanan, Panglima TNI dan Wakapolri dengan Menteri Negara BUMN di Departemen Pertahanan Jl. Merdeka Barat No 13-14 Jakarta Pusat. Jum’at (11/12).

Kesepakatan ini merupakan kesimpulan yang diperoleh dari kegiatan Workshop Nasional Revitalisasi Industri Pertahanan yang dibuka oleh Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono pada hari Rabu (9/12) di Istana Negara. Inti dari kesepakatan yang ditandatangani adalah pemenuhan akan kebutuhan Alutsista TNI-Polri dengan menggunakan produk-produk yang dihasilkan oleh industri pertahanan dalam negeri.

Penandatanganan ini merupakan acara puncak dari rangkaian kegiatan yang diselenggarakan oleh Dephan dalam rangka program aksi 100 hari pemerintah, dalam merumuskan regulasi kebijakan akan kebutuhan pengguna dan kemampuan produsen dalam rangka pelaksanaan revitalisasi industri pertahanan.

Sesuai dengan kontrak yang ditandatangani oleh Dirjenranahan Dephan Marsdya TNI Eris Herryanto, MA dan Dirut PT. Dirgantara Indonesia (Persero) Budi Santoso, untuk membeli 3 (tiga) unit pesawat CN 235-220 untuk Patroli Maritim TNI AL pada Rentra 2010-2014 untuk dapat memenuhi konsep Minimum Essential Force.

Dalam kerjasama antara instansi terkait yang sudah terjalin selama ini menurut Menhan Prof. Dr. Purnomo Yusgiantoro dapat lebih ditingkatkan dengan program pembangunan Alutsista didalam negeri, dapat benar-benar terwujud yang berarti dapat menghemat devisa negara, perluasan tenaga kerja serta berkembangnya industri penunjang dalam negeri.

Do Your Best, Share Our Article

Related Posts

No Response to "TNI Membutuhkan Alutsista Produk Dalam Negeri"

Posting Komentar