Read This Post

Pengadaan Alutsista Guna Memenuhi Kebutuhan MEF



Menteri Pertahanan (Menhan) Purnomo Yusgiantoro mengatakan, pihaknya bersama TNI akan melakukan pembenahan ke dalam menyangkut masalah pengadaan alat utama sistem senjata (alutsista), sehingga akan memudahkan pendanaannya untuk dialokasikan secara tepat.

"TNI sudah memiliki rencana strategis lima tahunan, bahkan untuk memenuhi kekuatan pokok minimum ke depan, kita satukan tiga renstra (rencana strategis) lima tahunan agar dapat diketahui peta kebutuhan alat utama sistem senjata yang diperlukan dan apa saja yang bisa diproduksi di dalam negeri," kata Purnomo Yusgiantoro, di Kantor Dephan Jakarta, Selasa, 1 Desember 2009.

Menhan mengakui, Dephan dan TNI masih harus berbenah diri agar lebih konsisten dalam pengajuan pengadaan alat utama sistem senjata. Pada Tahun Anggaran 2009 Departemen Pertahanan dan TNI mendapat anggaran sebesar Rp33,6 triliun.

Hingga September 2009, Dephan.TNI mendapat tambahan anggaran dari Anggaran 999 (Bendahara Umum Negara) sebesar Rp899,27 miliar. Sedangkan pada 2010 Dephan dan TNI mendapat alokasi anggaran sebesar Rp42,3 triliun.

Sementara sebelumnya, Menteri Keuangan, Sri Mulyani mengatakan Departemen Pertahanan (Dephan) dan TNI harus memiliki perencanaan matang, serta berkesinambungan dalam pengadaan alat utama sistem senjata (alutsista), sehingga pendanaannya juga dapat dialokasikan secara tepat.

Dalam Seminar Nasional Revitalisasi Industri Pertahanan Nasional, Sri Mulyani meyakinkan bahwa Departemen Keuangan (Depkeu) mendukung sepenuhnya keputusan politik pemerintah untuk menaikkan anggaran pertahanan, antara lain untuk pengadaan alutsista.

"Namun, pengajuan pengadaan alat utama sistem senjata itu, harus terencana dan berkesinambungan. Jadi jangan sampai pada tahun anggaran tertentu sudah diajukan, namun pada tahun anggaran berikutnya tidak dicantumkan lagi, karena terlewat atau tidak diketahui oleh pejabat baru di Dephan atau TNI," katanya.

Tidak terencana dan tidak berkesinambungannya perencanaan pengadaan alutsista, menyulitkan Depkeu untuk mengalokasikan anggarannya, seolah-olah enggan mengeluarkan anggaran untuk persenjataan.

"Padahal bukan itu, terkadang perencanaannya tidak matang. Tahun anggaran sebelumnya diajukan, tahun anggaran berikutnya terlewat. Ketika benar-benar dibutuhkan, langsung disodorkan lagi ke Depkeu yang tidak lagi mencatat pengajuan barang itu, karena terlewat oleh mereka," tutur Sri Mulyani.

Jadi, tambah Menkeu jika alat persenjataan yang dibutuhkan memang sangat jitu mendukung tugas pokok TNI menjaga kedaulatan dan keutuhan negara, pihaknya akan mendukung.

"Silakan saja, asal terencana dan berkesinambungan. Industri pertahanan kita juga membutuhkan pemesanan dalam jumlah banyak untuk jangka panjang, guna lebih eksis lagi. Jadi, harus benar-benar matang apalagi pembiayaan bagi alat utama sistem senjata menggunakan sistem `multiyears` atau tahun jamak," katanya.

Do Your Best, Share Our Article

Related Posts

No Response to "Pengadaan Alutsista Guna Memenuhi Kebutuhan MEF"

Posting Komentar