Read This Post

Latihan Gabungan PPRC TNI untuk Amankan Selat Sunda


PUSPEN TNI (4/12),- Pagi hari udara diatas desa Keramatwatu Serang-Banten dikejutkan oleh suara menderu membelah langit. Suara tersebut berasal dari dua buah pesawat tempur TNI Angkatan Udara jenis Hawk-100 dan 200 yang bergerak dari arah selatan menuju pantai. Itulah awal serbuan yang dilaksanakan dalam Latihan Gabungan Pasukan Pemukul Reaksi Cepat (PPRC) dengan sandi PPRC TNI KILAT. Dua buah pesawat tempur TNI AU tersebut melaksanakan Serangan Udara Langsung (SUL) pada pukul 05.20 WIB mengawali rangkaian kegiatan dalam skenario latihan, Kamis (3/12).

Peluncuran roket Folding Fin Air Roket (FFAR) 2,75 inchi sebanyak empat puluh roket dari pesawat Hawk 100 dan 200 yang berasal dari Skadron Udara dua belas Supadio Pontianak, disusul penerjunan pasukan Kostrad Lintas Udara (Linud) 305 sebanyak tiga ratus personel yang terbagi dalam empat pesawat Angkut Hercules milik TNI AU. Latihan ini disaksikan langsung Panglima TNI Jenderal TNI Djoko Santoso yang didampingi Kasad Jenderal TNI George Toisutta, Kasal Laksamana Madya TNI Agus Suhartono dan Kasau Marsekal Madya TNI Imam Sufaat serta beberapa pejabat Mabes TNI dari lantai tiga gedung Perusahaan Gas Negara (PGN) di Banten.

Kepada wartawan Panglima TNI menjelaskan bahwa Geladi Lapangan PPRC merupakan latihan puncak dimana disimulasikan terjadi perebutan wilayah yang dikuasai musuh dengan Satuan Lintas Udara (Linud) dan pendaratan Amfibi serta penerjunan pasukan didaerah operasi. Dipilih Banten karena diperkirakan terdapat instalasi penting dan obyek vital serta berada di selat Sunda yang bila terjadi serangan dari musuh daerah ini merupakan yang pertama dikuasai musuh karena sangat strategis.

Lebih lanjut Panglima TNI mengatakan Geladi Lapang PPRC bertujuan menguji kemampuan dan keterampilan satuan dalam upaya melaksanakan tindakan awal terhadap sasaran sesuai dengan rencana operasi yang telah disusun pada geladi Mako dengan sasaran meliputi aspek strategis, operasional, taktik, teknik, prosedur, psykologi dan litbang. TNI merupakan komponen utama kekuatan pertahanan dan keamanan negara dalam melaksanakan tugas pokoknya dituntut memiliki kesiapsiagaan operasional dan ketanggapsergapan untuk menghadapi setiap ancaman dan gangguan dari luar negeri maupun dalam negeri. Dalam upaya untuk mendukung pelaksanaan tugas pokok TNI tersebut maka digelar satuan-satuan TNI dari berbagai matra sesuai tugas dan fungsi masing-masing diantaranya Pasukan Pemukul Reaksi Cepat (PPRC) sebagai penindak awal terhadap trouble spot yang terjadi diseluruh wilayah NKRI. Latihan ini diakhiri dengan pendaratan pasukan Amfibi dari Marinir dengan menggunakan beberapa Tank Amfibi yang disimulasikan merebut dermaga yang menjadi daerah pertahanan musuh.

Do Your Best, Share Our Article

Related Posts

No Response to "Latihan Gabungan PPRC TNI untuk Amankan Selat Sunda"

Posting Komentar