Read This Post

Arti Sahabat

Cerita ini dikutip dari blognya cK


cK a.k.a. Chika adalah seorang perempuan™ asal London
Jakarta yang saat ini tengah berusia 24 tahun. Lulus sebagai sarjana ilmu komunikasi yang sekarang berkecimpung di dunia media sebagai repot muter-muter, penulis, instruktur musik, sekaligus blogger :mrgreen: . Bercita-cita menjadi produser film, namun tampaknya sampai saat ini belum kesampaian lantaran nyangsang di media cetak. Saat ini tengah kembali meneruskan kuliah demi mendapatkan gelar
ilmu baru.
Menyukai warna pink, kucing dan Harry Potter. Hobby mendengarkan musik sembari mengerjakan tugas kantor, menonton film, bermain musik atau ngeband, kelayapan di mall, dan belanja! Family-oriented, bahkan bisa dibilang anak mami lantaran sering dilarang bepergian ke luar kota. Bekerja demi mencari seonggok emas sekaligus menabung untuk modal nikah. cK bisa ditemui di mall-mall terdekat. :lol:


Sahabat,apa sih arti dari sebuah persahabatan? Ada yang bilang sahabat itu adalah teman yang benar-benar dekat sampai tahu hal-hal kecil tentang kita. Ada juga yang bilang sahabat itu kalau kemana-mana selalu bareng. Tetapi salah satu sahabat saya bilang, sahabat itu adalah teman dalam suka dan duka, tapi tahu batas dimana suatu saat ketika teman dapat masalah, kita harus membiarkan dia mengatasi masalahnya sendiri agar teman tersebut tumbuh lebih matang dan mandiri.

Terkadang saya dengan enteng menyebut, dia itu sahabat saya. Tapi ketika ditanya ini itu tentang sahabat saya yang berhubungan dengan keluarga, pendidikan dan lain-lain, saya bingung jawabnya. Dari situ saya mikir, apa saya ini sahabat yang baik? Apa saya pantas disebut sahabat? Karena saya menganggap sahabat adalah orang yang bisa melihat kita dari hati ke hati, bukan karena tampang, materi, latar belakang, pendidikan dan lain-lain. Karena itu saya memang jarang menanyakan hal-hal yang berbau privacy ke sahabat-sahabat saya. Saya lebih sebagai pemberi masukan dan penerima keluh kesah sahabat-sahabat saya. Bukannya saya orang yang nggak peduli dan nggak mau tau, tapi menurut saya persahabatan bukan dinilai dari sedalam apa kita tau tetek bengek orang tersebut, melainkan sedalam apa kita memahami orang tersebut. Saya sudah ngerasain pahitnya persahabatan ketika saya bilang dia sahabat saya, ternyata dia hanya memanfaatkan apa yang saya punya dan lain-lain. Ketika saya sedang jatuh, dia malah meninggalkan karena merasa ga ada yang bisa diberikan oleh saya.

Cuma segitu arti persahabatan ??
Suatu hari saya menyatakan A adalah sahabat saya. Ketika A ditanyakan, siapa sahabat kamu, A menjawab B, C, D, namun tidak menyebutkan nama saya. Dari sini saya mencoba memikir ulang. Apakah saya bukan termasuk sahabatnya? Apa saya bukan sahabat yang baik? Hal ini sering terbesit dalam pikiran saya Teman saya banyak. Saya pergi dengan teman-teman yang berbeda. Namun apakah mereka adalah sahabat saya? Karena terkadang teman untuk hang out berbeda dengan sahabat.

Ada seorang sahabat saya mengirim sms pernyataan, “Saya nggak berharap untuk jadi orang yang terpenting dalam hidup kamu, itu permintaan yang terlalu besar. Saya cuma berharap suatu hari nanti kalo dengar nama saya, kamu bakal tersenyum dan bilang, dia sahabat saya.” Damn! Itu benar-benar merasuk ke hati saya. Itulah kata-kata yang saya cari. Saya tidak butuh pernyataan apa-apa. Tapi ketika ada orang menyebutkan nama saya, ia akan bilang “Chika adalah sahabat saya”. Saya nggak perlu menyebutkan siapa-siapa aja sahabat saya, because you know who you are. Buat saya, sahabat adalah orang yang menganggap saya sebagai sahabat. Kita tidak perlu nyebutin sahabat saya adalah A, B, C, D, E. Karena 1 nama saja terlupakan, orang itu pasti akan sedih. Begitupun sebaliknya. Kalo sahabat kamu menyebutkan nama-nama sahabatnya namun lupa untuk menyebutkan nama kamu, kamu pasti sedih. Karena itu saya cuma bisa dibilang orang-orang yang merupakan sahabat saya adalah orang-orang yang menganggap saya sebagai sahabat.

Berikut adalah kutipan pernyataan dari seorang sahabat:
"Seorang teman tetap memberi ruang gerak pribadi, privacy sebagai seorang manusia. Dan kita akan berasa dekat dengan dia walaupun ga ketemu dan ga kontak dalam waktu yang lama. Karena pertemanan itu pada dasarnya dari ikatan hati. Ga bakal ilang walaupun dimensi jarak memisahakan kita. Kita harus mengkui bagaimanapun juga kita ga bisa menghilangkan dia dari hati kita. Dan tanpa teman, kita ga akan seperti sekarang ini."

Chika says:
“Manusia selalu hidup berkelompok. Tiada manusia yang dapat hidup dalam kesendirian. Apabila ada, maka manusia tersebut benar-benar mahluk yang malang dan hidupnya tentu tidak berwarna.”
Arti Sahabat...
  • Sahabat membuat kita merasa dicintai seluruh dunia.
  • Sahabat tidak merasa menertawakan sahabatnya adalah hal yang lucu.
  • Sahabat membiarkan sahabatnya mencoba sepeda barunya.
  • Sahabat tidak bisa marah lama-lama pada Anda.
  • Hanya karena ia tidak masuk tim, bukan berarti seorang sahabat tidak ikut senang kalau sahabatnya masuk.
  • Sahabat mau menemani ketika sahabatnya sedang dihukum orangtuanya.
  • Sahabat bisa mengerti Anda — bahkan ketika Anda sendiri tidak mengerti.
  • Sahabat selalu tahu apa yang perlu Anda dengar, dan kapan Anda tidak perlu mendengar apa-apa.
  • Sahabat ingat kapan ia melakukan hal yang lebih bodoh daripada yang baru Anda lakukan.
  • Sahabat akan selalu tidur di sofa agar Anda bisa tidur di tempat tidurnya.
  • Sahabat tidak ikut campur dalam hidup Anda, tapi mereka tetap memperhatikannya.
  • Sahabat tidak mengukur persahabatan Anda dengan waktu yang Anda habiskan bersamanya.
  • Sahabat yang selalu tepat waktu bisa punya sahabat yang selalu terlambat,
  • sahabat yang sangat teratur bisa punya sahabat yang tidak pernah punya rencana,
  • sahabat yang selalu serius bisa punya sahabat yang selalu riang,
  • sahabat tidak perlu selalu serupa — mereka tahu cara menikmati perbedaan mereka.
  • Anda bisa memberitahu apa yang Anda rasakan pada seorang sahabat tanpa perlu mengucapkan sepatah kata pun.
  • Sahabat seperti pintu yang terbuka, tapi bukan keset yang bisa diinjak.
  • Sahabat mengerti bila Anda terlalu sedih untuk bicara… dan tahu keberadaannya bisa mengurangi kesedihan itu.
  • Kalau dua sahabat mempunyai ukuran baju yang sama, jumlah baju mereka berlipat dua.
  • Sahabat tidak menyuruh Anda berhenti bersedih ketika Anda sedang sedih…
  • mereka tidak menawarkan pemecahan untuk masalah yang tidak ingin Anda pecahkan…
  • mereka tidak memotong pembicaraan waktu Anda ingin bicara…
  • mereka tidak menyuruh Anda memakai otak ketika Anda sedang tidak masuk di akal…
  • mereka ikut tertawa ketika Anda tidak bisa berhenti tertawa…
  • dan mereka mengatakan kapan Anda harus berhenti berbuat konyol seperti itu.
  • Belanja bersama adalah ujian bagi persahabatan.
  • Sahabat ikut senang bila Anda senang.
  • Waktu Anda tidak punya uang, sahabat bisa mentraktir Anda makan siang tanpa membuat Anda merasa berhutang budi.
  • Sahabat bisa memberi Anda hadiah tanpa mengharapkan balasan.
  • Sahabat-sahabat Anda mungkin tidak saling menyukai seperti mereka menyukai Anda.
  • Sahabat tidak buta terhadap kesalahan Anda — tapi mereka bisa melihat ke balik kesalahan itu.
  • Surat dari seorang sahabat bisa mencerahkan sebuah hari.
  • Sahabat akan tetap tertawa mendengar lelucon Anda, walaupaun Anda sudah mengulanginya beberapa kali.
  • Sahabat ingat seperti apa Anda dulu, tapi tidak mengharuskan Anda tetap seperti itu.
  • Sahabat tidak pernah bertanya, “kau apakan rambutmu?”
  • Sahabat tidak akan menutup telepon ketika Anda memintanya menunggu.
  • Sahabat tidak akan menuduh Anda baru belajar mengemudi, tidak peduli sekencang apa debaran jantungnya.
  • Sahabat senang membuat pesta kejutan untuk Anda — walaupun mereka tidak tahu apa resiko yang akan mereka hadapi.
  • Sahabat adalah satu-satunya orang yang bisa membuat Anda tertawa setelah putus cinta.
  • Makan di luar bersama seorang sahabat membutuhkan waktu sedikitnya tiga jam.
  • Sahabat- sahabat Anda bisa lebih sabar dengan anak Anda daripada Anda sendiri.
  • Sahabat tahu tidak ada yang namanya kritik membangun.
  • Sahabat tidak tertarik dengan alasan-alasan Anda — mereka tertarik pada diri Anda.
  • Tidak ada senyum yang lebih lebar daripada senyum seorang sahabat yang membawa berita baik.
  • Ketika Anda menawarkan agar sahabat Anda yang memilih tempat makan… biasanya ia memilih restoran kesukaan Anda.
  • Sahabat tahu apa yang membuat Anda panik, dan tidak pernah memanfaatkannya.
  • Sahabat lebih mungkin mengembalikan uang daripada buku yang dipinjamnya.
  • Sahabat bisa mengatakan yang sebenarnya tanpa menyakiti.
  • Sahabat tidak melecehkan impian dan harapan Anda.
  • Sahabat ingat hal-hal yang menjengkelkan Anda… warna kesayangan Anda… lagu yang Anda sukai… dan berapa kali Anda melupakan kesukaan dan kejengkelannya.
  • Berlibur bersama seorang sahabat bukan saja lebih menyenangkan, tapi juga lebih hemat.
  • Sahabat bisa mengubah pertengkaran menjadi tawa.
  • Ketika Anda tidak yakin dengan diri Anda, hubungi teman Anda, karena mereka percaya pada kemampuan Anda.
  • Tidak ada yang lebih menyakitkan daripada menyakiti seorang sahabat… tidak ada yang lebih menyembuhkan daripada dimaafkan seorang sahabat.
  • Ketika sahabat pindah ke tempat lain, sebagian dari sejarah hidup Anda pergi bersama mereka.
  • Bertemu teman lama membuat Anda merasa utuh.
  • Dengan sahabat lama, Anda bisa mengingat masa muda tanpa mencoba mencarinya kembali.
  • Sahabat adalah bagian terbaik dari diri kita sendiri.
(kutipan buku HAL-HAL MENAKJUBKAN PADA SAHABAT [The Wonder of Friends] karya Phyllis Hobe)
Buku ini hadiah dari seseorang yang pernah berusaha jadi sahabatku. Selalu menolongku menemukan definisi yang sederhana tentang sahabat. Semoga “seseorang” ini baik2 saja sekarang, ntah dimana dia…

Kenapa kita harus punya sahabat?
  • Kenapa disaat terjatuh kita ingin seseorang memeluk kita atau sekedar menemani kita?
  • Mengapa juga ketika disakiti kita inginkan seseorang untuk tempat kita mengadu?
  • Mungkin kita akan menjadi sakit kembali ketika melihat atau mendengar seseorang yang kebetulan mirip dan dekat dengan orang yang pernah melukai kita.
  • Adakalanya dengan ketakutan dan kebingungan kita memutuskan tidak akan pernah percaya dan mencintai siapapun lagi Kitapun merasakan senang jika ada seseorang yang selalu disisi kita saat sedih maupun saat senang.
  • Seseorang yang selalu membantu kita tanpa mengharap apapun selain senyuman kita Yang mengerti, yang memahami dan menerima kita apa adanya.
  • Beberapa dari kita menyebutnya sahabat perjalanan hidup…
  • Sebagian lebih sederhana mengatakan teman seperjuangan…
  • Bagi yang romantis menyatakan kekasih hati…
  • Teruntuk yang telah menikah mengakui bahwa Tuhan menciptakannya agar kita tidak merasa kesepian…
  • Sejauh mana beda dari semua itu?
  • Kenapa bersahabat?
  • Benarkah hidup terlalu keras untuk dijalani seorang diri?
  • Atau karena kita ingin menumpahkan rasa sayang dan cinta yang ada dalam hati?
  • Mungkinkah karena kita memiliki sesuatu yang sejalan hingga kita menyamakan orang lain dengan apa yang kita rasakan?
  • Sungguh! Betapa sulit mencari sahabat diwaktu kita tengah kesusahan
  • Dan benarlah betapa mudah mengajak seseorang untuk bergabung dalam kegembiraan kita
  • Memang….kita semua begitu tidak menyukai penderitaan, meski kita tahu tidaklah mungkin bisa lepas darinya…
  • Meski kita semua tahu hidup hanyalah ritme bergantian antara kesedihan dan kesenangan…
  • Walau kita sadar kebahagiaan hanya milik orang-orang yang pernah menderita dahulu
  • Dan tiap orang pastilah punya arti sendiri dalam memaknai penderitaan dan kebahagiaan
  • Siapa yang kau anggap sahabat?
  • Apakah seseorang yang tiada pernah menyakitimu?
  • Mungkinkah seseorang yang tidak akan pernah meninggalkanmu?
  • Betulkah seseorang yang kamu memutuskan untuk mempercayainya?
  • Atau seseorang yang tidak pernah mengatakan kebaikannya padamu?
  • Seumpama kita bisa mendengar hati orang lain dan memang benar mau mendengar?
  • Tak pernah ada yang mempunyai cita-cita untuk jadi orang jahat dan hidup tidak berbahagia…
  • Seandainya kita bisa melihat dan memang benar mau melihat?
  • Ketika seseorang tengah tertidur pulas Kita akan bisa untuk lebih berfikir beberapa kali sebelum berani sekedar berprangsangka keji apalagi untuk menyakitinya..
  • Tetapi kenapa itu terkadang terpaksa harus?
  • Disaat kita tiba-tiba merasa peduli dengan seseorang, kita seolah bisa merasakan apa yang sedang menjadi bebannya dan kita ingin meringankannya…
  • Namun terkadang kita sangat acuh kepada seseorang yang benar-benar membutuhkan kita
  • Apa yang kita cari?
  • Untuk siapa dan untuk apa kita di ciptakan didunia ini?
  • Apa beda kita dengan orang lain?
  • Sedalam kelemahan kita harusnya kita lebih sering berkata “maaf” dibanding “aku” jika kita memang manganggapnya sahabat…
  • Setinggi keinginan kita harusnya kita lebih berbahagia berkata “aku tidak mau merepotkanmu” dibanding “mengertilah diriku” jika kita telah mengerti bahwa dia sahabat kita…
  • Membayangkan kita berbahagia sendiri sedang sahabat-sahabat kita kesusahan haruskah kita makan dan tidur dengan tenang?
  • Mungkin lebih baik semua sahabat telah berbahagia dan kita turut berbahagia meski itu harus berbohong demi perasaan itu…
  • Karena surga masih terlalu luas untuk semua ini, kenapa tidak berbagi?
  • Bertahanlah, karena sahabatmu adalah semua yang pernah hadir dalam hatimu…
  • Berterimakasihlah, sahabatmu adalah semua yang telah membentukmu hingga kamu menjadi
  • seperti sekarang ini…
  • Bersiaplah, karena kamu akan masih kehilangan banyak sahabat untuk menemukan sahabat-sahabat baru sepanjang perjalannan hidupmu…
  • Dan berdo’alah semoga semua sahabat bisa berkumpul bersama di surga nanti……

Do Your Best, Share Our Article

Related Posts

1 Response to Arti Sahabat

Sabtu, 26 Desember, 2009

Temanku banyak bangeeet...tapi sahabatku bisa dihitung dengan jari dan itu juga jarinya tangan kanan...

Posting Komentar