Read This Post

Sistem Pendingin Air (Water Cooling System)


Fungsi :
1. Water cooling Equipment terus menerus mendinginkan bagian radar Tx dengan sirkulasi dari Heat Exchanging Fluid ( Water & Glycol ).
2. Prinsip Operasi. Peralatan ini terdiri dari 2 bagian yang terpisah yaitu:
  • a. Sebuah Cabinet yang merupakan tempat mengontrol dan system.
  • b. Sebuah Heat Exchanger yang dapat dilepaskan dari Cabin diperlengkapi dengan penghubung yang mudah di lepas.
Penjelasan :
  • Tangki dengan kapasitas ± 25 Liter dilengkapi dengan :
    • Visual Indicator
    • Filter Plug yang berada di bagian atas dilengkapi dengan filter & penghubung udara.
    • Suction Strainer pada bagian bawah.
    • Drain Cock ( Alat Pembuang Air ).

  • Motor Pump terdiri dari :
  • Pump dengan kekuatan 1200 l/h ±6%.
  • Electric motor untuk menggerakkan pompa.
  • Dual Thermal Contractor TR1 & TR2 untuk mengontrol Fan Switching On & Off.
  • Alarm Thermal Contractor.
  • Flow distribution unit yang mengontrol aliran dalam 3 Circuit dengan alat pengatur presisi ( ± 12 l/h ) dan system pengunci yang digabung dengan :
  • 3 Bagian saluran yang dipisahkan dengan Flow Rate meter yang menggunakan pelampung sebagai electrical Under Flow Meter.
  • Circuit pengaman pada aliran ke CFA1 Tube dimana akan menyetop pompa apabila aliran Fluid terlalu rendah.
  • Filter pada CFA 2 dengan system control untuk memudahkan penggantian dengan Lebar tabung filter 50 liter.
  • Electrical Assembly yang di gabung dengan seluruh Electrical Act dari set & mencegah terjadinya pengembunan. Tombol Star Reseting Control & Indicator kerusakan dari Set berada pada Front Panel dari Cabin.
Heat Exchanger Unit
Heat Exchanger Unit terdiri dari :
  1. Sebuah Air – Glycol & Water Exchanger.
  2. Sebuah Motor Fan Assembly
  3. Sebuah Bleed Coak
  4. Sebuah Drain Coak.
Dihubungkan dengan dengan / ke Cabin melalui pipa karet dengan Self, Blanking Union di lengkapi dengan Protetic Coper.
Operasi secara Keseluruhan

Motor Pump Set menghisap cairan dari tangki di salurkan ke dalam Exchanger melalui Connecting Hose. Setelah di dinginkan dalam Exchanger cairan di alirkan melalui Outlet Hose ke Cabinet dimana padanya terdapat 3 Flow Rate meter yang mengalirkan cairan tersebut ke TWT/CFA1 Tube , CFA2 Tube dan Circulator tadi ke tangki melalui Hose dari bidang yang luas. Temperatur Control dilaksanakan oleh Thermostat :
  • TR1 Mengontrol Fan Start apabila temperature Cairan mencapai 300 C.
  • TR2 mengontrol Fan Off apabila temperatur cairan mencapai 100 C.
Assembly ini di amankan oleh :
  • Thermostat TR3 mengerjakan alarm jika temperature cairan lebih besar 650 C.
  • Pressure Swicth menjaga act & pump pada saat Pressure lebih tinggi dari 5 Bar.
  • Flow Rate Protection AP1 menjaga CFA2 Tube ( Sealed Window, Cathode, Circulator, P1 Filter Network ) apabila kuatnya aliran cairan turun sampai di bawah 120 l/h ( ± 2% ).
  • Flow Rate Protection AP2 menjaga CFA2 Tube jika di kuat aliran cairan turun sampai di bawah 960 l/h ( ± 2% ).
  • Flow Rate Protection AP3 menjaga TWT / CFA1 , jika kuat aliran cairan turun sampai di bawah 324 l/h dalam hal ini flow rate meter akan meng Cut Off kan Pump Power Suplly.
3 Bagian Flow Rate :
1. TWT , CFA1 420 l/h minimum 324 l/h.
2. CFA 2 160 l/h minimum 120 l/h.
3. CFA2 T          1020 l/h minimum 960 l/h
Record Of Maintenance :
  1. Check kejernihan cairan pendingin dan permukaan pada tangki /level air.
  2. Membersihkan Exchanger.
  3. Check Kebersihan Filter Air.
  4. Check Rangkaian pengaman.

Do Your Best, Share Our Article

Related Posts

No Response to "Sistem Pendingin Air (Water Cooling System)"

Posting Komentar