Read This Post

Satuan Radar (Satrad) 211 Tanjung kait


Sumber gambar: http://static.panoramio.com
 Tajam menatap bagaikan mata seekor burung elang yang sedang mengawasi seluruh penjuru udara untuk menemukan mangsanya. Tidak pernah tidur, tidak pernah berkedip tidak pernah berhenti mengawasi wilayah udara yang menjadi tanggung jawabnya. Itulah aplikasi tugas dari Satuan Radar (Satrad) 211 Tanjungkait, Tangerang, Banten sebagai salah satu satuan terdepan TNI yang memiliki tugas memonitor dan mendeteksi semua obyek diudara yang masuk coverage jangkauan radarnya.


Indonesia adalah negara kepulauan (archipelagic state) yang mempunyai lebih dari tujuh belas ribu pulau. Wilayah Indonesia yang terbentang 6º LU sampai 11º LS dan 97º sampai 141º BT terletak antara benua Asia dan Benua Australia.

Posisi strategis Indonesia disamping terdapat berbagai keuntungan, tentunya juga menyimpan berbagai kerawanan pelanggaran wilayah udara nasional. Oleh karenanya diperlukan kesiapan operasional radar – radar TNI Angkatan Udara untuk pertahanan udara nasional, seperti Satuan Radar 211 dimana sebagai bagian integral unsur pertahanan udara mempunyai tugas pokok melaksanakan pembinaan kesiapan operasional beserta personilnya dan pengoperasian Alut Sista Radar dalam rangka deteksi dini dan pengendalian intersepsi pesawat Tempur Sergap pada operasi Pertahanan Udara guna mendukung tugas pokok Kosek Hanudnas I.

Menurut Komandan Satuan Radar (Dan Satradar) 211 Tanjungkait Mayor Lek Rachmawan Hakim, pada saat alutsista radar menangkap sasaran udara di wilayah cakupannya, maka secara otomatis alutsista radar memproses sasaran tersebut yang akan ditampilkan pada Display Console berupa track yang dapat menampilkan data jarak, azimuth dan ketinggian. Pada saat yang bersamaan data sasaran tersebut dikirimkan ke Pusat operasi sektor pertahanan udara Nasional I (Posek Hanudnas I) dengan menggunakan system komunikasi satelit berupa stasiun bumi mini, yang akan tertampil secara real time pada TDAS (Transmission Data Air Situation) di Posek hanudnas I. Untuk proses identifikasi dilaksanakan oleh Posek Hanudnas I, Jelas Dan Satrad 211.

Walaupun kelihatanya sudah tua sudah banyak yang sudah terdeteksi oleh radar ini contohnya penyusupan pesawat Amerika di wilayah teretorial Indonesia .Alutsista radar Satuan Radar 211 berfungsi sebagai radar Early Warning/EW (peringatan dini) dan radar Ground Control Interception/GCI (penuntun pesawat buru sergap) yang mempunyai kemampuan komunikasi Ground to air. Bila ada perintah dari Posek Hanudnas I, Satuan radar 211 dapat melaksanakan pengendalian pesawat tempur sergap dalam pelaksanaan identifikasi dan penindakan terhadap sasaran tak dikenal. Selain itu, dalam menjaga stabilitas keamanan wilayah udara yang menjadi tanggung jawab Satuan Radar 211, Satuan Radar 211 melaksanakan operasi pengamatan udara serta melaksanakan Radar Cover VIP dan VVIP sesuai instruksi Komando Atas.

Menurut Mayor Lek Rachmawan Hakim, pada prinsipnya alutsista radar merupakan peralatan elektronika yang mampu mendeteksi sasaran di udara dengan memanfaatkan pantulan gelombang elektromagnetik dan memanfaatkan signal echo yang dipantulkan oleh sasaran yang ditangkap. Proses awal, Antena radar memancarkan gelombang elektromagnetik dengan frekuensi yang dihasilkan oleh bagian yang disebut Transmitter. Gelombang elektromagnetik tersebut, bila mengenai sasaran di udara baik berawak maupun tanpa awak akan dipantulkan kembali sebagai signal echo dan akan diproses oleh bagian yang disebut Receiver. Selanjutnya gelombang pantulan atau signal echo akan melalui beberapa tahapan proses untuk memperoleh data sasaran( jarak, azimuth dan ketinggian) sebelum di tampilkan di Console. Setelah melalui proses tersebut akan ditampilkan pada Display Console berupa track beserta data – datanya, sehingga dapat diketahui dan dideteksi sasaran udara tersebut. Dalam hal pengamanan Alutsista radar, Satuan Radar 211 menerima bantuan dari Paskhasau, tambah Dan Satrad 211.

Peralatan dan Awak Personil

Alutsista (Alat Utama sistem Persenjataan) radar yang digunakan oleh Satrad 211 adalah radar Thomson TRS 2230 D buatan negara Perancis yang merupakan radar generasi ketiga berdimensi tiga. Radar Thomson dapat menampilkan data azimuth, jarak dan ketinggian sasaran yang terdeteksi. Dapat bekerja dalam segala kondisi cuaca baik siang maupun malam serta dilengkapi dengan kemampuan menghadapi jamming dan pernika lawan. Berdasarkan surat telegram Pangkohanudnas Satuan Radar 211 melaksanakan operasi pertahanan udara selama 18 jam per hari, dimana alutsista radar di Satuan Radar 211 sangat efektif untuk menjaga stabilitas keamanan wilayah udara nasional yang menjadi tanggung jawab Satuan Radar 211, karena beroperasi sebagai radar Hanud (Pertahanan Udara) yang berfungsi sebagai radar Early Warning/EW (peringatan dini) dan radar Ground Control Interception/GCI (penuntun pesawat buru sergap). Mengenai wilayah tugas (area coverage) Satrad 211, Mayor Lek Rachmawan Hakim menjelaskan bahwa wilayah cakupan radar Satuan Radar 211 meliputi wilayah utara sampai Pulau Sumatra bagian selatan, Pulau Bangka dan Belitung, wilayah timur sampai Semarang dan Yogyakarta, wilayah selatan sampai mendekati Pulau Chrismast dan wilayah barat sampai samudra Hindia. Area coverage Satrad 211 overlapping dengan area coverage Satrad lainnya, sehingga sasaran dapat langsung dihandle oleh satrad lainnya, apabila sasaran sudah keluar dari area coverage Satrad 211.

Mengenai personil yang mengawaki alutsista radar Satrad 211, Dan Satrad 211 menjelaskan sampai saat ini personil Satuan Radar 211 telah mampu baik dari segi teknik maupun operasi, sehingga tugas pokok Satuan Radar 211 dapat terlaksana dengan baik. Dimana personil Operasi, terdiri dari personil GCI (Ground Control Interception) controller, Operator Radar dan Radio. Untuk penuntunan pesawat tempur sergap, personil Perwira harus mempunyai kualifikasi GCI Controller.

Saat ini terdapat lima Perwira yang berkualifikasi GCI Controller, yaitu Mayor Lek Rachmawan Hakim (Dan Satrad), Mayor Lek Antonius Heru (Kadisops), Kapten Lek Ridwan Kurniawan (Kadishar), Kapten Lek Danang Purwanto (Kasi Kompernika) dan Letda Lek Heri Suryana (Kasi Matud). Guna mempertahankan dan meningkatkan kemampuan personil GCI Controller, masing – masing controller melaksanakan intersepsi “life target” pada pelaksanaan latihan Hanudnas (Cakra, Perkasa dan Tutuka) serta melaksanakan latihan intersepsi simulasi tiga “Engagament” setiap minggu. Dan untuk mempertahankan dan meningkatkan kemampuan personil operator Radar dan Radio dilaksanakan profesiensi yang waktunya bersamaan dengan operasi radar. Sedangkan personil Teknik diarahkan untuk melaksanakan pemeliharaan, sehingga radar senantiasa dapat dioperasikan secara optimal. Pemeliharaan yang menjadi kewenangan Satrad 211 adalah Pemeliharaan Tingkat I (ringan) dan pemeliharaan Tingkat II (sedang). Sampai saat ini personil teknik yang mengawaki radar Satuan Radar 211 telah melaksanakan beberapa tahap pendidikan serta untuk mempertahankan dan meningkatkan kemampuan personil teknik dilaksanakan profisiensi pada saat pemeliharaan serta pembinaan secara klasikal.

Untuk mengawaki alutsista radar, ada sejumlah pendidikan yang harus diikuti oleh seluruh personil. Untuk perwiranya pendidikan yang harus diikuti antara lain kursus radar, GCI Controller, Sishanudnas, Pernika dan Kursus Intensif Bahasa Inggris (KIBI). Untuk Bintaranya antara lain Kursus Sekolah Bahasa Teknik, Pemeliharaan Radar Darat, PLLU, Radar Operator, Plotter, Inspektor Pemeliharaan dan Kursus Intensif Bahasa Inggris (KIBI). Sementara untuk Tamtamanya antara lain Sekolah Kejuruan Montir Radar, PLLU, Radio Operator, Radar Operator dan Plotter. Adapun implementasi dari pendidikan yang telah dilaksanakan, Personil Satuan Radar 211 harus memiliki kemampuan antara lain mampu melaksanakan pengendalian dan penuntunan pesawat dalam intersepsi, mampu menganalisa trouble shooting dan memperbaiki kerusakan, mampu menggunakan alat ukur presisi, mampu melaksanakan pengamatan udara pada cakupan radar dan menguasai bahasa Inggris.

Menurut Mayor Lek Rachmawan Hakim, dengan kondisi dan tugas yang diemban saat ini, dimana Satuan Radar 211 beroperasi selama 18 jam perhari, untuk personil yang berkualifikasi teknik radar dan operator masih dirasa kurang. Tetapi dengan semangat yang dilandasi dedikasi, loyalitas dan disiplin yang tinggi dalam melaksanakan tugas untuk bangsa dan negara, maka tugas dan tanggung jawab Satrad 211 dapat dilaksanakan dengan baik. Solusinya adalah dengan cara optimalisasi pemanfaatan personil yang ada, yaitu dengan memberdayakan tenaga dan ketrampilan personil secara terarah serta menghindarkan dari kegiatan yang kurang bermanfaat atau merugikan.

Meskipun begitu padat tugas yang harus dilaksanakan, tetapi Satrad 211 tetap menjaga hubungan baik dengan masyarakat sekitarnya, khususnya dengan masyarakat Tanjungkait. Sebagai satuan militer yang berbatasan langsung dengan masyarakat, sejak berdirinya Satuan Radar 211 telah dipupuk kebersamaan yang harmonis dengan masyarakat sekitar. Adapun wujud dari kebersamaan tersebut adalah dengan melaksanakan Sholat berjamaah dilaksanakan di Masjid Al Fallah Satuan Radar 211, melaksanakan kebaktian/misa oleh personil yang beragama Nasrani yang dilaksanakan di Kapel Santo Mikael Satuan Radar 211 serta melaksanakan olah raga bersama dengan masyarakat sekitar dengan menyediakan fasilitas tempat berolah raga yang dimiliki oleh Satuan Radar 211 (lapangan sepakbola, basket dan tennis lapangan).(Sumber:http://rixco.multiply.com)

Do Your Best, Share Our Article

Related Posts

3 Response to Satuan Radar (Satrad) 211 Tanjung kait

Rabu, 18 November, 2009

Testing

Rabu, 18 November, 2009

Coba-coba dulu ah

Selasa, 24 November, 2009

1..2...3...how do you read me, over.......

Posting Komentar