Read This Post

Mengenal Osiloskop (2)

Osiloskop adalah alat yang digunakan untuk menganalisa tingkah laku besaran yang berubah-ubah terhadap waktu, yang ditampilkan pada layar. Dalam osiloskop terdapat tabung panjang yang disebut tabung sinar katode atau Cathode Ray Tube (CRT). Bagian-bagian pokok CRT seperti tampak pada gambar 1 dibawah ini.
Clip_4
osc_03
Keterangan :
  1. Pemanas / filamen
  2. Katoda
  3. Kisi pengatur
  4. Anoda pemusat
  5. Anoda pemercepat
  6. Pelat untuk simpangan horisontal
  7. Anoda untuk simpangan vertikal
  8. Lapisan logam
  9. Berkas sinar elektron
  10. Layar fluorosensi
Mempelajari bagian-bagian osiloskop dan fungsinya
Alat yang biasa digunakan pada percobaan untuk mengetahui osiloskop secara lebih mendalam adalah sbb:
  1. Osiloskop GOS 622G.
  2. Function Generator FG-350.
  3. Kabel penghubung
  4. Multimeter
  5. Seperangkat battery sebagai sumber arus DC
  6. Kertas grafik (Bawa sendiri )
Secara rinci panel dan modus osiloskop terdiri dari :
  1. layar display
  2. tombol ON-OFF
  3. pengatur intensitas
  4. Pengatur fokus
  5. Sumber tegangan 2 Vp-p
  6. Pemilih kecepatan horisontal
  7. Penggeser gambar arah horizontal
  8. Input Chanel-1
  9. Pengatur nilai skala vertical Chanel-1
  10. Penggeser arah gambar vertical Chanel-1
  11. Input Channel-2
  12. Pengatur nilai skala vertical Chanel-1
  13. Penggeser gambar vertical Chanel-1
  14. Pemilih channel dan modus kerja osiloskop
  15. Tombol AUTO harus selalu dalam keadaan tertekan
  16. Pengatur TRIGGER harus selalu terputar habis ke kiri.
Sebelum melakukan pengukuran pada osciloskop lakukanlah langkah-langkah kerja sebagai berikut :
  1. Hubungkan osiloskop dengan sumber arus PLN
  2. Hidupkan osiloskop dengan saklar POWER yang ditandai dengan menyalanya lampu indicator
  3. Pilih LINE pada mode SOURCE, atur POSITION baik VERTIKAL maupun HORISONTAL, atur FOCUS dan INTENSITAS untuk mendapatkan gambar yang jelas.
  4. Lakukan kalibrasi untuk memastikan bahwa osiloskop tersebut masih layak pakai.
Mengukur tegangan arus searah (DC)
  • Ukurlah terlebih dulu dengan multimeter, batterey tunggal, terhubung seri dan terhubung parallel!
  • Lakukan langkah-langkah berikut untuk mengukur tegangan batterey dengan menggunakan osiloskop
  1. Pilih mode SOURCE pada LINE
  2. Pilh mode COUPLING pada DC
  3. Pilih DC pada tombol AC-DC
  4. Siapkan batterey yang akan di ukur
  5. Dengan kabel penghubung, hubungkan battery dengan CH-2
  6. Hal yang perlu diperhatiakn sebelum mengukur adalah, letakkan nilai 0 di layar sebaik mungkin.
  7. Variasikan VOLTS/DIV pada angka 1, 1.5, 2
  8. Catat semua hasil pengukuran yang anda dapatkan.
Mengukur tegangan AC
Lakukan langkah-langkah sebagai berikut untuk mengukur tegangan AC !
  1. Pilih mode SOURCE pada LINE
  2. Pilih mode COUPLING pada AC
  3. Pilh AC pada tombol AC-DC
  4. Hubungkan CH-2 dengan output pada Function Generator
  5. Pilih bentuk grafik sinusoidal pada waveform Function Generator
  6. Hiidupkan function generator:
    1. Untuk mendapatkan bentuk gelombang yang mudah di analisa aturlah frekuensi gelombang dengan mode frekuensi yang ada di function generator
    2. Hitung Vmaks, Veff, dan Vp-p serta frekuensi dan periodenya.    Variasikan VOLTS/DIV pada angka 1, 1.5, 2 dan TIME/DIV pada angka 1, 1.5, 2

Menggambar Lissajous dan menghitung beda fase
Lakukan langkah seperti pada pengukuran tegangan AC hanya saja tekan kembali tombol X-Y. Atur frekuensi yang didapatkan, sehingga di dapat gambar lissajous yang paling baik dan mudah di analisa. Gambar gelombang lissajous yang anda dapatkan pada kertas grafik yang anda bawa, analisa untuk mendapatkan beda fase.
(Sears, Zemansky : Fisika Untuk Universitas 2 Listrik Magnet, Bina Cipta, Bandung, 1992)

Do Your Best, Share Our Article

Related Posts

No Response to "Mengenal Osiloskop (2)"

Posting Komentar